![]() |
| Pelaku industri kreatif Boyolali saat berfoto bersama disela pelaksanaan seminar. Rabu,(29/4/2026). |
Boyolali (Kasihinfo.com) – Guna mendorong daya saing industri lokal untuk tembusan ke pasar internasional, Komite ekonomi kreatif kabupaten Boyolali menggelar seminar dengan tema “ Transformasi Industri kreatif Boyolali Menuju Pasar Global”.
Seminar menghadirkan dua narasumber yaitu Istanto Admojo, Direktur Harmoni Corpora Asla serta Riris Simanjuntak, Marketing Manager Indo Risakti. Seminar diselenggarakan di Nadya Hotel Boyolali. RABU, (29/4/2026).
Selain ada sekitar 100 peserta dari pelaku industri di wilayah Boyolali, pelaksanaan seminar juga dihadiri oleh perwakilan Pemkab Boyolali, dari perwakilan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri Kreatif, dari Kadin, Hipmi, Asabri dan berbagai pengusaha yang ada di Boyolali.
Fasilitator kegiatan seminar, Endang Srikarti Handayani menjelaskan, kegiatan seminar Transformasi Industri kreatif Boyolali Menuju Pasar Global dilaksanakan untuk mendorong agar industri yang ada di Boyolali terus berkembang dan go internasional.
“ Karena pemerintah Boyolali sangat konsen dalam mendukung ekonomi kreatif setempat go internasional, untuk itu kami akan selalu mensupport, memfasilitasi agar industri yang ada di Boyolali terus berkembang,” katanya.
Endang Srikarti menambahkan, Ke depan ia juga akan memberikan dukungan terhadap standarisasi kualitas produk dengan mendapatkan ISO sehingga persyaratan dalam melaksanakan ekspor bisa terpenuhi dan yang paling penting industri di Boyolali bisa berkembang.
Menurut Endang, Boyolali itu memiliki potensi yang sangat luat biasa. Ada susu, jamu, batik, dan lain sebagainya. “ untuk itu ayo saling membantu untuk memastikan buyer atau pembeli untuk datang ke Boyolali, dan ke depannya ada sebuah outlet untuk menampilkan produk hasil industri Boyolali,” pungkasnya.
Menurut Istanto Admojo, salah satu narasumber seminar mengatakan jika Boyolali memiliki banyak potensi yang hingga kini belum dikembangkan, secara modern atau memenuhi permintaan pasar internasional. Para pelaku indi masih terkesan berjalan sendiri-sendiri, dibandingkan daerah lainnya seperti Cirebon, Yogyakarta, Bali.
“ Sebenarnya sama, namun hasil dari industri mereka kemas sesuai dengan permintaan luar negeri. Nah ini yang harus dinaikkan dari Boyolali seiring dengan masuknya perusahaan- perusahaan besar. Brand internasional di Boyolali, harapannya industri kreatif di Boyolali juga mengambil peran yang sama untuk bisa bersaing di kancah internasional,” jelasnya.
Ia berharap dengan pelaksanaan seminar, para peserta mulai memahami dari sisi peraturan, bagaiman mendapatkan order,bagaiman meningkatkan strategi di tingkat global dan bagaimana bisa meningkatkan hidup di Boyolali ke kancah internasional.
Sedangkan Bupati Boyolali Agus Irawan yang diwakili staff ahli, Puji Astuti memberikan apresiasi atas pelaksanaan seminar Transformasi Industri kreatif Boyolali Menuju Pasar Global. Pemkab Boyolali mendukung penuh kegiatan industri kreatif yang ada di wilayah Boyolali.
“ seperti dalam amanatnya bapak Bupati yang saya bacakan tadi bahwa, dengan adanya industri kreatif yang berkembang di Boyolali, industri dari para pelaku bisnis bisa menembus pasar dunia,” katanya.
Bupati juga berharap transformasi digital juga harus dilakukan agar pemasaran bisa menembus internasional.
“ Selain memberikan dukungan berupa pelatihan, nantinya juga akan mempermudah perijinan, membantu pemasaran, dan memberikan kegiatan seminar. Harapannya industri kreatif di Boyolali menjadi industri kreatif yang berdaya guna, berdaya saing dan mampu menembus pasar global, pungkasnya.
Anggota Komisi 1 DPRD Boyolali Agus Ali Rosidi mengatakan, DPRD Boyolali mempunyai komitmen untuk terus mensupport industri kreatif yang ada. Mengingat potensi yang ada di Boyolali sangat banyak.
“ Kita punya komitmen bagaimana usaha ekonomi kreatif Boyolali kita support. Kami mendorong,nanti dalam pembahasan KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara) untuk anggaran murni tahun 2027, kami akan dukung di badan anggaran, lewat OPD terkait,” katanya. (HRD)
