Camat Juwiring Nindya Akan Bentuk Seksi Kerukunan Tiap RT dan RW Untuk Merawat Kerukunan



Klaten (kasihinfo.com) -- Camat Juwiring Kabupaten Klaten Nindyarini Budi Wardhani, S,IP, M,Si berniat untuk membentuk seksi Kerukunan Umat Beragama ( KUB ) di setiap RT maupun RW di seluruh Desa di wilayah kecamatan Juwiring.


"Pembentukan Seksi Kerukunan Umat Beragama ( KUB ) di tingkat RT dan RW dirasa penting untuk merawat kerukunan di masyarakat dengan melibatkan tokoh agama setempat." kata Nindya saat acara Pembinaan PKUB Kecamatan dan Desa di aula kantor Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten, Selasa ( 19/5/2026 ).


Selama ini Paguyuban Kerukunan Umat Beragama ( PKUB ) Kecamatan dan Desa di wilayah Kecamatan Juwiring terus berbenah dengan melakukan penguatan pembinaan dan pendampingan.


"Untuk memberikan semangat kepada Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB ) Desa dan Kecamatan di Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten sangat diperlukan adanya penguatan, pembinaan dan pendampingan berkelanjutan dari FKUB Kabupaten Klaten." katanya.


Menurutnya PKUB Kecamatan dan Desa merupakan wadah berhimpunnya para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat yang ada di setiap Desa dan Kecamatan di wilayah Juwiring Kabupaten Klaten.


“Melalui PKUB sebagai wadah bertemunya para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat di Desa merupakan sarana yang efektif untuk merawat kerukunan, oleh karena itu perlu dirumuskan pembeayaan PKUB melalui dana desa,” katanya.


Dikatakan bahwa para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat yang ada di masing-masing Desa itu menjadi penggerak bagi masyarakat dalam merawat kerukunan.


Itulah sebabnya PKUB Desa di masyarakat menjadi penggerak dan pemrakarsa dalam merawat kerukunan sehingga pembeayaannya perlu dibantu melalui alokasi dana Desa.


“Kecamatan Juwiring sebagai daerah pertanian memiliki keberagaman dan heterogenitas di masyarakat, sehingga upaya merawat kerukunan terus dilakukan melalui tokoh lintas agama. Itulah sebabnya semua pihak didorong untuk menggerakkan masyarakat mewujudkan masyarakat sadar kerukunan." katanya. 


Camat Juwiring Kabupaten Klaten menyambut baik dan senang dengan kehadiran pengurus FKUB Kabupaten Klaten untuk agenda pembinaan dan forum dialog dengan PKUB Kecamatan dan PKUB Desa di Juwiring. 


“Kami sampaikan terima kasih kepada pengurus FKUB Kabupaten Klaten yang telah hadir memberikan pembinaan dan penguatan PKUB di Kecamatan dan Desa-desa di Juwiring ,” pungkasnya. 


Sementara itu ditempat yang sama ketua FKUB Kabupaten Klaten KH.Syamsuddin Asyrofi mendorong terbentuknya Seksi Kerukunan Umat Beragama ( KUB ) tiap RT dan RW di setiap Desa sebagai ikhtiar merawat kerukunan.


KH. Syamsuddin Asyrofi selaku Ketua FKUB Klaten menyampaikan bahwa kerukunan bukan cuma jadi slogan di tingkat kabupaten.


*Kenapa dibentuk sampai level RT/RW ?", tanya Syamsuddin Asyrofi.


Jawabnya masalah kecil akan ketahuan lebih cepat sehingga konflik antar umat beragama seringnya mulai dari hal sepele di lingkungan: suara toa, parkir saat acara, izin pembangunan tempat ibadah. Kalau ada Seksi KUB di RT/RW, gesekan bisa diredam dan tidak jadi besar.


"FKUB kabupaten nggak mungkin ngurus 401 desa/kelurahan di Klaten terkait kerukunan, maka dengan adanya KUB per RT/RW, ada struktur yang jadi jembatan komunikasi. Sehingga info, edukasi, dan mediasi bisa turun langsung sampai di level bawah oleh para pegiat kerukunan" katanya.


Merawat kerukunan kata Syamsuddin menjadi kerja bareng warga bersama dan tidak harus diserahkan ke kiai, pendeta, atau aparat saja. Warga biasa, pemuda, ibu-ibu PKK ikut terlibat. Jadi rasa memiliki dan tanggung jawabnya lebih kuat.


"Konsepnya mirip “Siskamling” tapi untuk isu kerukunan. Klaten memang jadi salah satu daerah yang aktif mengembangkan model ini, karena komposisi umatnya beragam dan letaknya diaper antara Solo dan Yogya." ujarnya.


Kalau sistem ini jalan, menurut Syamsuddin Asyrofi yang diuntungkan bukan cuma umat beragama. UMKM, pariwisata, dunia usaha dan kegiatan desa juga jadi lebih aman dan lancar.


"Semoga niat baik Camat Juwiring bu Nindya segera bisa terwujud dan Kecamatan lainnya di Klaten bisa menirunya" pungkasnya. 

( *Moch.Isnaeni* )

Lebih baru Lebih lama