Klaten (kasihinfo.com) --- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi memandang peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus, yang jatuh pada 14 Mei 2026, adakah sebagai momentum penting untuk memperkuat toleransi, solidaritas sosial, dan kerukunan lintas agama di tengah keberagaman masyarakat.
"Kegiatan ini menegaskan semangat kebersamaan, menjaga perdamaian, serta merawat persaudaraan yang harmonis." kata Syamsuddin Asyrofi di Klaten, Rabu ( 13/5/2026 )
Menurutnya peringatan hari besar keagamaan seperti Kenaikan Yesus Kristus dapat dijadikan inspirasi untuk menanamkan nilai kasih, harapan, dan pelayanan, yang dapat mempererat persaudaraan antarwarga.
"Kegiatan ini melibatkan berbagai tokoh agama dan elemen masyarakat untuk berkolaborasi, tidak dalam ibadah, tetapi dalam aksi sosial yang berdampak nyata." ujarnya.
Dikatakan bahwa FKUB berperan aktif sebagai wadah dialog dalam merawat perdamaian dan menciptakan lingkungan yang kondusif di tengah perbedaan keyakinan.
"Aksi nyata seperti dialog, doa bersama, dan kegiatan sosial menjadi cara konkret dalam merawat kerukunan, yang semakin penting untuk dilakukan" pungkasnya.
Sementara itu Pendeta Harno Sakino di tempat terpisah mengatakan bahwa peringatan Kenaikan Yesus Kristus pada 14 Mei 2026 merupakan momen yang sangat tepat untuk memperkuat iman sekaligus merawat kerukunan antarumat beragama di masyarakat.
Peristiwa yang terjadi 40 hari setelah Paskah ini tidak hanya bermakna teologis, tetapi juga membawa pesan sosial yang mendalam tentang kasih dan perdamaian.
"Beberapa alasan mengapa Kenaikan Yesus Kristus 2026 menjadi momen penting untuk menguatkan kerukunan, diantaranya adalah sebagai
refleksi kasih dan kepedulian sosial." katanya.
Kenaikan Yesus Kristus menurutnya mengajarkan umat Kristiani untuk mewujudkan iman dalam tindakan nyata, seperti menolong sesama, memiliki empati, dan peduli terhadap lingkungan sosial tanpa membeda-bedakan.
"Peringatan ini menjadi pengingat untuk terus menjaga kerukunan, baik internal maupun antarumat beragama, terutama dalam konteks kehidupan bermasyarakat yang majemuk." ujarnya.
Dikatakan bahwa pesan kedamaian dan harapan pada momentum ini menekankan pentingnya menjadi "jangkar kedamaian" bagi lingkungan sekitar, membawa harapan, dan menjaga persatuan.
Inspirasi untuk menjadi berkat dengan Kenaikan Yesus Kristus 2026, seperti mendorong umat untuk membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
"Dalam suasana yang damai, perayaan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam pelayanan bagi bangsa dan menjaga kebersamaan di tengah perbedaan." katanya.
( *Moch.Isnaeni* )
