Denpasar Kasihinfo.com --- Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet mengatakan momen peringatan Waisak mewujudkan Dharma sebagai sumber moral dan kebijaksanaan, serta cinta kasih sebagai sumber perdamaian dunia.
Hal itu disampaikan Ida Pangelingsir saat memberikan apresiasi bagi umat Budha yang sedang merayakan hari raya Waisak di Denpasar, Senin ( 1/6/2026 ).
“Momen memperingati Waisak ini mewujudkan Dharma sebagai sumber moral dan kebijaksanaan. Cinta kasih yang diajarkan Sang Buddha menjadi sumber perdamaian dunia di tengah keberagaman,” ujarnya.
Beliau mengatakan bahwa nilai Dharma dan cinta kasih tidak hanya milik umat Buddha. Nilai universal ini bisa jadi jembatan dialog lintas agama yang digaungkan FKUB dan PKUB di daerah. Ketika setiap agama mengamalkan moral dan kasih sayang, kerukunan jadi lebih kokoh.
Pernyataan ini menguatkan pesan Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet yang menyebut Waisak sebagai pendorong penguatan kerukunan.
"Dengan mengundang tokoh lintas agama, umat Buddha memperingati Hari Waisak sebagai momentum untuk *menguatkan kerukunan* di tengah masyarakat." katanya.l
Perayaan Waisak yang mengenang kelahiran, pencerahan, dan parinirwana Sang Buddha ini diisi doa bersama, meditasi, serta dialog kebangsaan bersama tokoh Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Konghucu.
“Waisak mengajarkan kasih sayang dan kedamaian. Nilai itu milik kita bersama. Dengan duduk bersama tokoh lintas agama, kerukunan jadi lebih nyata, bukan hanya wacana,” ujar perwakilan umat Buddha.
Kegiatan ini sejalan dengan semangat FKUB di seluruh tanah air yang terus mendorong dialog antarumat beragama. Merawat kerukunan memang tugas bersama semua pihak.
*Sementara itu ketua FKUB Kabupaten Klaten KH Syamsuddin
syrofi di tempat terpisah mengatakan bahwa momen peringatan Hari Waisak bisa menjadi penguat kerukunan.
“Momen memperingati Waisak ini hendaknya dijadikan sarana untuk menguatkan kerukunan. Nilai kasih sayang, kesadaran penuh, dan kedamaian batin dari ajaran Budha relevan untuk semua umat beragama,” ujarnya.
Syamsuddin juga mengatakan bahwa merawat kerukunan menjadi tugas bersama lintas agama, pemerintah, dan masyarakat.
Memperingati Hari Waisak bagi umat Buddha adalah bentuk penghormatan atas tiga peristiwa besar dalam kehidupan Sang Buddha: kelahiran, pencerahan, dan parinirwana.
“Bagi umat Buddha, memperingati Hari Waisak bermakna mengenang tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sang Buddha, yaitu kelahiran, pencerahan, dan wafatnya menuju Nirwana,” ujarnya. ( *Moch.Isnaeni* )
