Klaten – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan urgensi pembinaan Paguyuban Kerukunan Umat Beragama ( PKUB ) di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan.
Menurutnya, penguatan peran dan sinergitas PKUB jadi kunci mewujudkan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.
“PKUB itu garda terdepan kerukunan. Kalau perannya diperkuat dan sinerginya berjalan, maka potensi gesekan bisa dicegah sejak awal,” ujar KH Syamsuddin saat memberikan pembinaan dan penguatan PKUB Kecamatan dan Desa di Kecamatan Manisrenggo, Klaten, Sabtu ( 20/6/2026 )
Beliau menjelaskan, pembinaan PKUB bukan hanya soal pelatihan. Tapi juga membangun komunikasi aktif antar tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa. Dengan begitu, nilai toleransi, gotong royong, dan saling menghargai bisa hidup di ruang publik.
FKUB Klaten ke depan kata Syamsuddin akan mendorong 3 hal diantaranya penguatan kapasitas pengurus PKUB lewat forum rutin dan pelatihan mediasi konflik, yang kedua
membangun sinergi lintas sektor bersama pemerintah kecamatan, desa, dan lembaga keagamaan yang ada dan yang ketiga
adanya program aksi nyata seperti kerja bakti lintas iman, dialog antar umat, dan edukasi moderasi beragama.
“Harmoni sosial itu dibangun dari desa. Kalau PKUB kuat, Klaten akan semakin damai dan kondusif untuk pembangunan,” tambahnya.
FKUB mengajak seluruh masyarakat untuk ikut merawat kebhinekaan. Kerukunan bukan hadiah, tapi hasil kerja bersama setiap hari.
Sementara itu Ketua PKUB Kecamatan Manisrenggo H. Suharso, S.Sos mengatakan pentingnya menjaga dan merawat kerukunan di masyarakat dengan lebih banyak melakukan konsolidasi.
"Konsolidasi bagian dari cara kita saling bertemu antar tokoh lintas agama untuk menguatkan kerukunan. Kita wujudkan pilar-pilar kerukunan melalui PKUB Kecamatan dan Desa dan Seksi Kerukunan Umat Beragama ( KUB ) di setiap RT/RW di Klaten" katanya. ( *Moch.Isnaeni* )
