Festival Gejog Lesung ke-8 Di Cawas, Warnai Semarak Hari Jadi Klaten ke -222

 

Festival gejog lesung di lapangan desa Barepan, kecamatan Cawas, Klaten Jawa Tengah. Sabtu,( 18/07/2026).


Klaten kasihinfo.com – Pemerintah Kabupaten Klaten kembali menggelar festival gejog lesung di lapangan desa Barepan, kecamatan Cawas, Klaten Jawa Tengah. Sabtu,( 18/07/2026).


Festival digelar sebagai rangkaian peringatan hari jadi kota Klaten yang ke-222 sekaligus Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Festival gejog lesung kali Ini diikuti sebanyak 27 peserta, yaitu dari perwakilan 26 kecamatan dan desa di Kecamatan Cawas.


Ketua panitia sekaligus Camat Cawas, Joko Purwanto, mengatakan Festival Gejog Lesung telah menjadi agenda budaya tahunan dan ini tahun yang ke 8.


Cawas dipilih sebagai lokasi pelaksanaan lomba mengingat Cawas perintis pelaksanaan lomba gejog lesung di Klaten.


“ Gejog lesung dipilih karena memang icon Cawas gejog lesung. Dan juga sudah ada SK dari kemenkumham kaitan HAKI gejog lesung pada tahun 2024 yang lalu,” katanya.


Joko menambahkan, Selain pelestarian budaya, festival gejog lesung juga sebagai cara mensejarahkan gejog lesung agar para generasi penerus tidak lupa akan gejog lesung yang dulunya digunakan untuk menumbuk padi dan kini dijadikan musik tradisional. Menurutnya ini sangat perlu dilakukan terlebih disaat kemajuan teknologi yang sangat pesat kali ini.


“ selain pelestarian seni tari, festival dilakukan guna meningkatkan perekonomian para pelaku UMKM warga sekitar,” kata camat Joko.


Dalam kompetisi tersebut, setiap kelompok diwajibkan membawakan dua lagu, yakni lagu wajib Lesung Jumengglung serta satu lagu pilihan yang dikemas sesuai kreativitas masing-masing peserta. Setiap tim beranggotakan 15 orang dengan durasi penampilan maksimal 10 menit. 


Ada beberapa kriteria penilaian yang dilakukan oleh dewan juri meliputi kekompakan, kreativitas gerakan, harmonisasi irama, hingga kualitas penyajian secara keseluruhan.


“ untuk festival kali ini, sengaja diperbolehkan dengan tambahan dengan akustik untuk menyasar anak anak muda,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala Desa Barepan, Irmawan Andriyanto, merasa bangga , karena sudah kesekian kalinya desa Barepan dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan festival gejog lesung tingkat Kabupaten. 


“ Terima kasih kepada pak Bupati Hamenang yang mana meneruskan pelestarian potensi desa kami dan tentu harapan kami festival tersebut menjadi rutinitas tiap tahunnya,” ungkap pak kades.


Ia menambahkan bahwa di desa Barepan sendiri musik gejog lesung menjadi salah satu musik tradisional yang sangat dominan. Hingga berawal dari desa Barepan tersebut, musik tradisional gejog lesung dipatenkan ke HAKI.


Salah satu perwakilan peserta lomba, Muryanto dari desa Randulanang mewakili kecamatan Jatinom mengatakan, festival kali ini membawakan dua tembang yaitu lesung jumengglung dan lagu pilihan cublak cublak suweng. Persiapan lomba hanya satu bulan.


“ Harapan kami musik tradisional gejog lesung tetap lestari, terlebih selalu adanya regenerasi, dan tak lupa kami mengucapkan kepada wilayah Cawas, yang telah mewadahi para pelaku seni tradisional gejog lesung dari 26 kecamatan di Klaten,” katanya.

Pandan wangi, Peserta festival gejog lesung dari desa Barepan kecamatan Cawas, Klaten.


Sedangkan perwakilan peserta dari desa Barepan Cawas, Wahyu Prabowo Putri mengungkapkan, perwakilan dari desa Barepan atau kelompok pandan wangi selalu mengikuti tiap tahunnya. Ia mengaku melakukan persiapan selama satu setengah bulan, dengan membawakan dua tembang, yaitu tembang wajib dan pilihan.


“ Untuk lagu pilihan kami memilih lagu medle lagu dolanan anak, dengan harapan mengajak anak anak untuk mengingat kembali permainan atau dolanan anak. Persiapan sekitar satu setengah bulan. Harapan kami, untuk generasi muda agar tetap mengenal lesung, terlebih gejog lesung sudah jadi icon desa barepan,” jelas Wahyu Parbowo.(Hrd)



Lebih baru Lebih lama