BORONG/AIMERE – *Ketua Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia, Ratu Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet* hadir di *Borong, Kabupaten Manggarai Timur dan Aimere, Kabupaten Ngada, Senin malam (31/8/2026)* dalam rangka kunjungan empati dan doa.
Kedatangan beliau disambut oleh *sejumlah Romo, Pengurus FKUB setempat, Kepala Kantor Kementerian Agama, Camat, serta undangan lintas agama lainnya*.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya menguatkan, meneguhkan, dan mendoakan masyarakat terdampak gempa dahsyat *15 Agustus 2026* yang lalu.
*"Kami datang ke Borong dan Aimere untuk menguatkan iman dan hati. Karena Indonesia sangat tergantung pada kerukunan. Di tengah duka, kerukunan adalah obat yang paling mujarab"* ujar Ida Pangelingsir dalam sambutannya.
Dalam kesempatan itu, selain memimpin doa bersama, Ida Pangelingsir juga *menyerahkan tali asih* kepada para korban terdampak gempa. Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah, serta kepada keluarga korban jiwa dan luka-luka.
*"Tali asih ini kecil nilainya, tapi besar maknanya. Ini tanda bahwa saudara-saudara kita di seluruh Indonesia tidak melupakan NTT. Kita satu dalam duka, kita satu dalam harapan untuk bangkit"* tambahnya.
Camat setempat mengapresiasi kehadiran Asosiasi FKUB Indonesia.
*"Kehadiran Ibu Ketua Umum beserta rombongan memberi kekuatan moral bagi kami. Doa dan bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami"* ujarnya.
Gempa M 7,7 menyebabkan kerusakan parah pada rumah warga, fasilitas ibadah, dan infrastruktur di Borong dan Aimere. BNPB mencatat adanya korban jiwa dan luka-luka serta ribuan warga masih mengungsi.
Ratu Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet
Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia
hadir di Borong & Aimere, NTT
Doa bersama, penguatan kerukunan,
dan penyerahan tali asih untuk saudara kita
korban gempa 15 Agustus 2026.
