Klaten (kasihinfo.com) --- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Klaten KH Syamsuddin Asyrofi mengatakan bahwa kerukunan merupakan modal sosial untuk mewujudkan masyarakat yang maju sejahtera dan berkelanjutan. Oleh karena itu para tokoh lintas agama memiliki peran penting dalam merawat kerukunan melalui pendekatan dialogis, edukasi toleransi, dan aksi nyata.
"Para tokoh lintas agama yang tergabung di FKUB dan PKUB bertindak sebagai motivator dan mediator untuk mencegah konflik, serta agen moderasi beragama yang menanamkan nilai saling menghormati di tengah kemajemukan masyarakat." katanya saat memberikan penguatan Paguyuban Kerukunan Umat Beragama ( PKUB ) Kecamatan dan Desa di Juwiring Klaten, Selasa ( 19/5/2026 ).
Menurutnya peran penting para tokoh lintas agama dalam menguatkan kerukunan diantaranya sebagai mediator antara masyarakat dengan para pihak untuk merawat kerukunan.
"Para tokoh agama seringkali menjadi pihak pertama yang menjembatani dialog dan menyelesaikan perselisihan antarumat, terutama dalam menangani potensi konflik berdimensi sosial keagamaan dan intoleransi." katanya.
Menurutnya para tokoh lintas agama mengadvokasi pesan toleransi, saling menghormati, dan membangun kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
" Tokoh lintas agama berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai moderasi agar umat tidak bersikap ekstrem dan tetap menghargai adanya perbedaan sejecil apapun." kata Syamsuddin.
Dikatakan bahwa melalui dialog dan kolaborasi antarumat, para tokoh agama menciptakan kerukunan yang kokoh, bukan sekadar hidup berdampingan.
"Para tokoh lintas agama menjadi teladan dalam menerapkan kerukunan, yang mencontohkan sikap tenggang rasa dan menghargai perbedaan. " ujarnya.
Menurutnya keterlibatan para tokoh lintas agama sangat efektif dalam menyampaikan pesan damai, terutama dalam situasi sosial-politik yang dinamis.
"Pendekatan dialogis dan kolaborasi antarumat yang difasilitasi oleh para tokoh lintas agama terbukti efektif mendukung penguatan kerukunan." katanya.
Pentingnya peran -peran tokoh lintas agama yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pemimpin komunitas untuk merawat kerukunan di tingkat akar rumput.
Sementara itu Camat Juwiring Klaten Nindyarini Budi Wardhani, S,IP, M,Si mengatakan bahwa untuk memberikan semangat kepada Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB ) Desa dan Kecamatan di Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten sangat diperlukan pembinaan dan pendampingan berkelanjutan.
Menurutnya PKUB Kecamatan dan Desa merupakan wadah berhimpunnya para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat yang ada di setiap Desa dan Kecamatan di wilayah Juwiring Kabupaten Klaten.
“Melalui PKUB sebagai wadah bertemunya para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat di Desa merupakan sarana yang efektif untuk merawat kerukunan, oleh karena itu perlu dirumuskan pembeayaan PKUB melalui dana desa,” katanya.
Dikatakan bahwa para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat di Desa itu menjadi penggerak bagi masyarakat dalam merawat kerukunan.
Itulah sebabnya PKUB Desa di masyarakat menjadi penggerak dan pemrakarsa dalam merawat kerukunan sehingga pembeayaannya perlu dibantu melalui alokasi dana Desa.
“Kecamatan Juwiring sebagai daerah pertanian memiliki keberagaman dan heterogennya di masyarakat, sehingga upaya merawat kerukunan terus dilakukan melalui tokoh lintas agama. Itulah sebabnya semua pihak didorong untuk menggerakkan masyarakat mewujudkan masyarakat sadar kerukunan." katanya.
Camat Juwiring Klaten menyambut baik dan senang dengan kehadiran pengurus FKUB Kabupaten Klaten untuk agenda pembinaan dan forum dialog dengan PKUB Kecamatan dan PKUB Desa.
“Kami sampaikan terima kasih kepada pengurus FKUB Kabupaten Klaten yang telah hadir memberikan pembinaan menindaklanjuti pengukuhan PKUB Desa sebagai ikhtiar penguatan lerukunan dengan melakukan pembinaan
serta pendampingan lebih lanjut di Kecamatan dan Desa-desa di Juwiring ,” pungkasnya. ( *Moch.Isnaeni* )
.
